Seminar Financial Revolution di Surabaya
TDW resource kembali menggelar seminar Financial Revolution pada tanggal 13 – 15 November 2009 di Hotel Tunjungan, Surabaya.
Peserta seminar akan belajar banyak hal diantaranya :
- Bagaimana bertahan dan Semakin Kaya dalam menghadapi Krisis Ekonomi Dunia
- Bagaimana UANG MENGEJAR KITA
- Bagaimana cara orang kaya mengumpulkan UANG RIBUAN KALI dibanding orang biasa dalam waktu yang sama
- Bagaimana punya peternakan uang
- dan masih banyak trik lainnya
Kemana harus mendaftar :
Silakan datang ke Toko Buku Diskon Togamas Petra, Margorejo Indah, dan Diponegoro. Setiap pembelanjaan Rp50,000,- anda berhak mendapatkan formulir pendaftaran seminar yang dibawakan langsung oleh Tung Desem Waringin. Nah, mudah bukan, buruan ke Togamas, belanja, lalu dapatkan formulirnya**.
**
Togamas hanya menjual tiket kelas General dengan harga tiket Rp150,000,-
Petunjuk dan informasi selengkapnya dapat menghubungi toko buku di atas.
Profil 7 Kota Tempat Raja Buku Diskon Berlabuh (2)
Pekalongan merupakan kota pesisir yang berbatasan langsung dengan laut Jawa. Termasuk salah satu kota yang ramai disinggahi, selain mempunyai pelabuhan perikanan terbesar di Jawa kota ini juga dilalui jalur utama trans jawa, pantura.
Kota dengan kepadatan penduduk 15,499 jiwa/km2 yang mendiami area seluas 17,55km2 ini dikenal sebagai kota batik. Batik Pekalongan memiliki corak khas pesisiran yang tidak ditemukan di tempat lain. Tidak dipungkiri jika industri batik baik di skala industri maupun rumah tangga bersaing merebut pasar sebagai ujung tombak pariwisata Pekalongan. Karena batiklah Pekalongan mengangkat batik sebagai ikon kota dan slogan Bersih, Aman, Tertib, Indah, Komunikatif.
Dalam rangka mendatangkan investor, pemkot Pekalongan mendirikan pusat bisnis terpadu yang merupakan perpaduan pusat perdagangan, perkantoran, restoran dan tempat hiburan. Dalam pusat bisnis terpadu ini dibangun bursa komoditas batik dan kerajinan, perkulakan batik dan kerajinan, eceran ( retailer ) produk tekstil, batik dan garmment serta kerajinan, perkantoran swasta, restoran dan tempat permainan anak. (sumber : Pemkot Pekalongan)
Melihat perkembangan kota yang sedemikian pesat, Raja Buku Diskon mulai mengambil peta dari tumpukan peta-peta wilayah jawa dwipa. Setelah bergelut dan berargumentasi bahwa daerah ini cocok untuk dibangun kerajaan buku, maka ditentukanlah lokasi untuk mendirikan kerajaan.
Maka ditariklah kabel-kabel serta beraneka macam surat dari beberapa kantor setempat ke jalan KH. Mansyur nomor 79 Pekalongan. Kelak, di tempat inilah Raja Buku Diskon akan dinobatkan, yaitu pada tanggal 31 Oktober 2009. (bersambung)
Courtesy : Pemkot Pekalongan
Profil 7 Kota Tempat Raja Buku Diskon Berlabuh (1)
Salatiga, kota kecil nan sejuk karena secara geografis kota ini terletak di lereng gunung Merbabu. Panorama gunung Ungaran, gunung Telomoyo, dan gunung Merbabu menambah eksotika kota ini. Letaknya yang strategis dengan keindahan alam yang ditawarkan tak heran jika pada masa kolonial Salatiga disebut-sebut sebagai termpat terindah di Jawa Tengah.
Salatiga yang memiliki ketinggian 750-850 mdpl berbatasan dengan kabupaten Semarang (kecamatan Tuntang, Pabelan, dan Tengaran) dengan luas wilayah 17,87 km2. Secara administratif Salatiga terbagi atas 22 Desa/Kelurahan dari 4 Kecamatan dengan kepadatan penduduk 9.849 jiwa/km2.
Menurut situs pemkot Salatiga (depperindag), pada tahun 2008 jumlah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) menurut skala usaha tercatat 245 perusahaan. Pada keadaan yang sama, jumlah perusahaan yang mendapat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) naik 83,97 persen dari 156 perusahaan pada tahun 2007 menjadi 287 perusahaan pada tahun 2008.
Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Salatiga, terdapat 1.863 perusahaan industri kecil pada tahun 2008 atau meningkat relatif kecil dibandingkan jumlah perusahaan tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 6.483 orang. Total nilai investasi industri kecil yang ditanamkan di Kota Salatiga tahun 2008 sebesar 14.368,30 juta rupiah. Sumber: Pemkot Salatiga
Selain itu, infrastruktur jalan raya yang mencapai 491.191,50 meter (2008) memicu pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 17,78% dibandingkan tahun 2007. Tentu saja diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pula. (bersambung)
Courtesy : Pemkot/kab Salatiga





