Penobatan Raja Buku Diskon di Kota Semarang
Oct 21st, 2009 by koebiz
Semarang, menurut legenda berasal dari kata Asem Arang. Pohon asem yang arang tersebut dinamai oleh Made Pandan dan puteranya Raden Pandan Arang saat membuka hutan untuk mendirikan pesantren di pulau Tirang. Semenjak itu beliau menjadi pemimpin wilayah tersebut dengan gelar Ki Ageng Pandan Arang I, selanjutnya kepemimpinan diserahkan kepada puteranya yang bergelar Ki Ageng Pandan Arang II.
Masa pemerintahan Pandan Arang II tidaklah lama karena menuruti nasihat Sunan Kalijaga, Pandan Arang II meninggalkan kehidupan duniawi dan memilih untuk syiar di wilayah selatan. Pandan Arang II selanjutnya dikenal sebagai Sunan Tembayat.
Pada masa pemerintahannya pertumbuhan masyarakat cukup pesat sehingga Semarang diangkat menjadi daerah setingkat kabupaten oleh Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Meski berkembangan cukup pesat, pada masa itu belum ada toko buku yang memberikan diskon dahsyat seumur hidup. Namun, perkembangan kota ini justru menguntungkan penjajah. Kala itu, Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang untuk membayar hutang kepada VOC karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Hal ini tak lepas dari perjanjian awal antara Amangkurat II dengan VOC untuk memberikan Semarang sebagai pelunasan atas hutang-hutangnya.
Melihat situasi yang tidak mendukung dan rakyat semakin terbodohi maka perlu dilakukan sebuah gerakan untuk membantu masyarakat terpenuhi “gizi” nya akan ilmu pengetahuan. Sehingga penobatan Raja Buku Diskon di Semarang dilangsungkan untuk mengusir kebodohan, kemalasan, keterkungkungan, buta aksara, dan hal-hal negatif yang tidak melihat buku sebagai media informasi dan sumber ilmu pengetahuan. Kerajaan buku yang menempati bangunan seluas 800m2 di Jl MT Haryono No.872 Bangkong, telah dibuka untuk rakyat pada 16 Oktober yang lalu.
Raja buku diskon yang telah mempunyai banyak program untuk rakyat yang haus akan bacaan bermutu dengan harga terjangkau —tanpa harus menawar tentunya, diantaranya diskon 20% all item selama masa Smile Opening dan berburu Harta Karung.









Searah jarum jam :
Upacara bendera, Penobatan Raja Buku Diskon, Wejangan untuk Raja Buku Diskon, Gunting pita eh permen oleh pemilik, Raja Buku Diskon melakukan inspeksi pasukan, Potong tumpeng, Transaksi pertama, Harta karung Raja Buku Diskon.