Jumpa Pers bersama pakar Sejarah
Mar 5th, 2007 by koebiz
Menyemarakkan pameran sejarah di Toko Buku Diskon Togamas, di Yogyakarta digelar jumpa pers pada haari Senin, 5 Maret 2007 pukul 09.30 sampai selesai di lantai 2 Togamas.
Jumpa pers dengan tajuk Sejarah Indonesia : Dari Kontroversi ke Kontroversi mengundang pembicara antara lain Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif (Sejarawan/Cendekiawan Muslim), Dr. Anhra Gonggong (Sejarawan), Ari Sujito, M.Si (Sosiolog UGM), dan Drs. Edi Purwanta Nugroho (Ketua MGMP Sejarah DIY). Dalam acara ini turut mengundang seluruh ketua dewan guru mata pelajaran sejarah baik di tingkat sekolah dasar hingga SMA.
Menurut Nursam dari penerbit Ombak dalam uraian singkatnya dinyatakan bahwa benarkah Indonesia dijajah selama 350 tahun? Tepatkah kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908 diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional? Lalu, siapakah konseptor Seraangan Oemoem 1 Maret 1949? Siapakah dalang Gerakan 30 September 1965? Seperti apakah isi asli Surat Perintah Sebelas Maret 1966? Benarkah militer selalu berada dibalik kekerasan dan konflik dalam sejarah Indonesia?
Kontroversi dalam sejarah Indonesia tidak pernah selesai. Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah beberapa contoh. Pada tingkat sekolah menengah, kurikulum pelajaran sejarah menimbulkan kebingungan dan kontroversi di kalangan guru dan siswa, apalagi setelah ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22, 23, 24 tahun 2006. Di dalam kurikulum tersebut, istilah Gerakan 30 September dibakukan G30S/PKI seperti yang digunakan pada masa Orde Baru.
Bagaimanakah seharusnya kita menyikapi berbagai kontroversi di atas? Di Tengah bencana banjir, kecelakaan di laut, darat, dan udara yang datang bertubi-tubi menghantam bangsa Indonesia, pelajaran apa yang bisa diambil? Benarkah masyarakat Indonesia, khususnya pemimpinnya, tidak pernah belajar dari sejarah sehingga peristiwa serupa selalu berulang-ulang? Modal sosial apa yang harus dimiliki untuk mengatasinya? Apa yang mesti kita lakukan -pemerintah, rakyat, civil society, intelektual, agamawan, partai politik, dan semua golongan masyarakat agar bangsa Indonesia bisa melangkah ke depan dengan selamat? Temukan jawabannya dalam acara tersebut di atas.