Buku Baru

The White Tiger, Mengaum di Tahun Macan

Posted by koebiz 5 March, 2010 (3) Comment

AdigaAravind Adiga, lahir di Madras 23 Oktober 1974 mulai berkarir sebagai jurnalis keuangan di sebuah jurnal Financial Times and Money.
Adalah penulis kelahiran India keempat yang memenangkan Booker Prize pada tahun 2008, mengikuti jejak Salman Rushdie, Arundhati Roy, dan Kiran Desai.

(photo source : http://fictionwritersreview.com/)

Sinopsis :

“Sudah menjadi adat orang di negara saya untuk mulai bercerita dengan berdoa kepada Yang Kuasa.
Yang Mulia, saya rasa saya juga harus memulai dengan “menjilat bokong dewa”
Masalahnya ,dewa yang mana? Ada begitu banyak pilihan.
Ada kaum yang mengakui memiliki satu Tuhan Ada juga yang dianggap memiliki tiga Tuhan.
Sementara, kami punya 36.000.000 dewa-dewi.
Jadi, saya harus memilih dari total 36.000.004 bokong suci.”

Balram, orang pinggiran yang hampir separuh hidupnya dinikmati dalam kerumitan, kemiskinan, dan jadi babu. sampai pada suatu ketika keadaan itu berbalik 180 derajat. menjadi sopir pribadi Ashok adalah langkah awalnya
menuju gerbang kesuksesan. namun, semua keberhasilan memang membutuhkan pengorbanan dalam berbagai cara. dan, balram memilih majikannya, ashok, menjadi korban demi keberhasilannya.

Novel satire ini begitu dalam namun ditampilkan dengan gaya bahasa yang kocak. anda bisa tertawa terpingkal-pingkal dan lalu terenyuh setelahnya. Cerita dari novel yang berhasil meraih penghargaan bookman prize ini
segambar dengan keadaan negeri kita Indonesia. (BeritaNet.Com)

Harga Cetak : Rp66,000,-
Harga Sekarang :

Rp46,200,-

(diskon 30%)

Mulai dijual pada 6 Maret 2010 di seluruh toko buku diskon TOGAMAS.

Categories : Buku Baru, Event, Informasi Tags :

The Lost Symbol

Posted by koebiz 17 October, 2009 (4) Comment

tlsSinopsis

Menakjubkan, inilah kelanjutan fenomena global The Da Vinci Code, Dan Brown menunjukkan sekali lagi, mengapa dia menjadi penulis cerita thriller yang paling populer di dunia. Dan Brown dalam The Lost Symbol penuh kejutan dalam bercerita – berpacu dengan maut di dunia nyata dalam labirin kode, penuh rahasia, dan tak terlihat kebenarannya, semua di berada dalam kendali Brown “penjahat paling menakutkan”.

Disusun dalam kamar yang tersembunyi, di dalam lorong, dan di sebuah kuil di Washington DC, The Lost Symbol dikisahkan secara menarik, penuh kejutan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Sebagai pembuka cerita, pakar simbologi Harvard, Robert Langdon tiba-tiba dipanggil untuk memberikan kuliah malam di US Capitol Building. Beberapa menit kemudian, malam mulai menunjukkan keanehannya. Sebuah objek datang mengganggu, bentuknya artistik dan dikodekan dengan lima simbol ditemukan di Capitol Building. Langdon mengenali objek tersebut sebagai undangan kuno, sebuah undangan dimana si penerima akan diajak menuju dunia gelap nan misterius yang telah lama hilang.

Saat mentor kesayangan Langdon, Peter Salomo secara brutal diculik, Langdon menyadari satu-satunya harapan untuk menyelamatkan Peter adalah menerima undangan mistik tersebut dan mengikuti kemanapun undangan itu menuntunnya. Langdon langsung terjun ke dunia gelap rahasia Masonik, mengungkap sejarah yang lokasinya tidak pernah terlihat sebelumnya – semua tampak menyeretnya ke satu titik, sebuah kebenaran tak terbayangkan.

Ketika dunia ditemukan dalam kisah The Da Vinci Code dan Angels & Demons, novelnya yang brilian terselubung permadani sejarah, simbol-simbol rahasia, dan kode misterius. Dalam novel baru ini, kembali Dan Brown memberikan tantangan kepada pembaca dengan cerdas, alur cerita yang berputar-putar menawarkan kejutan di setiap paragraf. The Lost Symbol, novel paling ditunggu penggemar Dan Brown … Novel paling mendebarkan.

Image grabbed : http://bbs.chinadaily.com.cn
Synopsis grabbed : http://www.brandchannel.com

Categories : Buku Baru, Informasi Tags :

Negeri 5 Menara, Togamas, dan Bedah Buku

Posted by koebiz 14 October, 2009 (3) Comment

n5mSinopsis

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

A. Fuadi, terlahir di nagari Bayur pada tahun 1972. Mencipta Negeri 5 Menara, satu dari kisah trilogi yang direncanakan, tercipta dari pengalaman hidup dalam atmosfer pendidikan inspiratif. Sebuah kisah yang akan membuka mata kita tentang kehidupan pembelajaran di pondok, penuh semangat, kaya motivasi dan pengalaman hidup.

Kisahnya akan dibedah di Togamas Degale, Galeria Mall lantai 2, JL PB Sudiman Yogyakarta pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB. Siapa yang akan membedah, tentunya A. Fuadi sendiri. Datang dan dapatkan inspirasinya!

Categories : Buku Baru, Event Tags : ,

Smurf, Mahkluk Kecil nan Lucu

Posted by koebiz 30 September, 2009 (1) Comment

Smurf kali pertama muncul dalam komik Johan dan Pirlouit hingga akhirnya terbit sendiri dalam aneka petualangan. Diciptakan oleh Peyo, komikus berkebangsaan Belgia, menceritakan kehidupan sebuah komunitas suku di sebuah hutan daratan Eropa.

Ciri khas komik ini selain karakternya yang mungil, unik, dan lucu, berwarna biru cerah, juga percakapannya yang unik karena setiap dialog pasti ada kata yang diganti dengan kata “smurf”.

Komik ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan dicetak hampir di seluruh dunia. Selain serial komik, Smurf juga diterbitkan dalam bentuk Smurf saku, Smurf mini, Telesmurf, dan Smurf Alegro dengan berbagai judul petualangan di dalamnya.

Di Indonesia, smurf diterbitkan oleh PT Aya Media Pustaka yang diterjemahkan Widya T. Soerojo dan Nies Koestiyah kemudian pada tahun 2009 diterbitkan kembali oleh PT Elexmedia Komputindo setelah lama tidak terbit.

Beberapa judul yang terbit kembali oleh PT Elexmedia Komputindo diantaranya kisah Smurf Hitam dan Smurf Bendahara. Keduanya dibanderol harga Rp35,000,- dalam format sama dengan cetakan pertamanya.

Gara-gara digigit lalat Bzz, smurf Pemalas jadi hitam dan galak. Seluruh desa panik dan berlomba-lomba menangkap si smurf hitam. Alih-alih tertangkap, smurf hitam malah menulari smurf-smurf lain yang digigit olehnya. Akhirnya Papa smurf segera mencari cara menyembuhkan para smurf sakit sebelum seluruh warga smurf berubah jadi hitam dan ganas. (Sinopsis Smurf Hitam)

9799792754742

Categories : Biografi, Buku Baru Tags :